Senin, 16 Juli 2012

Satu Rumah


Hal yang tidak ada habisnya kalau dibahas, hal yang  selalu mengiringi jalan hidup kita, hal yang membuat hati berbunga-bunga, hal yang selalu up to date dengan ceritanya yang selalu sama namun berwarna, dan hal yang ga ada matinye buat gue, CINTA.

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi (Wikipedia)
Cinta, itu ketika tiada penyesalan (gue)

To the point aje, gue mau nyinggung dua pandangan berbeda tentang cinta.
Layaknya sebuah koin yang mempunyai dua sisi, cinta bisa dipandang berbeda dari sisi satu dan sisi lainnya. Walaupun mereka tak dapat bertemu tapi mereka juga takkan terpisahkan. Cinta yang menyatukan mereka #ceileeeehh

Dalam koin cinta ini yang disoroti pertama adalah “cinlok” atau cinta lokasi. Cinta lokasi adalah cinta yang muncul ketika berada disuatu tempat tertentu, entah disekolah, entah dikantor, atau dipasar sekalipun (Dycko Novanda).

Berawal dari sering bareng, melakukan hal yang sama, atau menjadi partner dalam suatu pekerjaan berujung timbul rasa yang tidak biasa. Dari saling mencaci menjadi saling mengerti, dari berbagi tigas menjadi was-was, dari  muncul masalah menjadi  bertukar kisah, dari tawa menjadi cinta, dan dari benci menjadi saling memiliki. Ya, fenomena-fenomena tersebut terasa berjalan begitu cepat. Cinlok inilah yang sering disebut cinta sesaat. Hal ini terasa begitu singkat dipperkuat oleh beberapa faktor. Diantaranya lemahnya pegangan atau pondasi, lebih banyak membayangkan hal-hal manis dalam hubungan, atau hanya merasa nyaman ketika berada dalam rumah tersebut, hubungan akan berakhir seiring selesainya kewajiban dalam rumah tersebut.
Untuk yang satu ini gue bilang, “emang jodoh kudu yang jauh?”

Cinta bukan hanya seperti  senja yang indahnya hanya sesaat, bukan juga seperti bintang yang Nampak hanya pada kegelapan malam, atau sekedar banci yang menghilang ketika fajar menyapa. Cinta layaknya ombak yang setia bercumbu dengan pasir pantai walau jarum jam telah lelah berputar dalam orbitnya.

sisi lain koin cinta berwajah berbeda dengan sisi koin yang pertama.
“witing tresno jalaran soko kulino” inilah wajah lain kepingan koin cinta. Sebuah ungkapan dalam bahasa jawa yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti “ cinta tumbuh karena terbiasa” mungkin sekilas sama dengan cinlok, tetapi dalam hal ini kebiasaan  dibarengi dengan keyakinan dalam memilih. Memilih dalam arti meyakini pilihan untuk memutuskan sesuatu. Cinta tumbuh karena terbiasa, jadi inilah proses tumbuhnya cinta. Ketika kebersamaan dalam satu rumah berakhir, bukan berarti akhir dari cinta, karena inilah proses cinta tumbuh. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya cerita cinta orang jawa yang berawal dari kulino. Bagaimana mungkin bisa mencintai seseorang tanpa terbiasa dengannya? Cinta pada pandangan pertama? Bayangin aja ketika kita membeli buku hanya karena covernya bagus, setelah tau dalemnya jelek baru deh nyesel. Seperti statement diatas “cinta itu ketika tiada penyesalan”, bukankah akan lebih indah jika covernya bagus atau jelek sekalipun jika isinya bagus kan cover juga akan ternomor duakan atau terlupakan. Nah disinilah kulino berperan. Pada intinya di sini tumbuh cinta dan cinta itu sendiri tumbuh seiring berjalannya waktu.
Nah untuk yang satu ini gue bilang, “ga ada cinta kalo ga kulino” ga percaya? Coba tanya sama bokap lo, “dulu ketemu nyokap dimane?”

Dalam hal cinta bukan sebuah game-bling  tapi bagaimana menempatkan cinta di singgasana yang pantas dan bagaimana memelihara tumbuhnya cinta, maka koin itu akan menunjukkan wajah yang sebenarnya cinta.

#cinta itu biasa, tapi mencintaimu luar biasa

Rabu, 22 Februari 2012

belajar b.inggris

When you leave me
Oleh: Arif Setyawan

When I see you
Nothing special for me
But
When you look at me
My heart stop beating
Are you?
Who I looking for
When you look at me
My brain stop thinking
When you leave me
My eyes can’t hear, and my ears can’t see
But my heart always speak
Don’t leave me
I want you here, forever
Cause my heart can’t beat again without love, which there in you

ber''tanda''tanya

Ber’’tanda’’tanya
Oleh: Arif Setyawan

Apakah kau mencintaiku?
Masihkah kau mencintaiku?
Sampai kapan kau mencintaiku?

Apakah matahari menyinari bumi?
Masihkah matahari menyinari bumi?
Masihkah matahari terbit dari timur?
Ini jawabku…

Pernahkah kau membenciku?
Apakah kau membenciku?
Sampai kapan kau mencintaiku?

Benci hanyalah cinta yang tersakiti
I loved you, I love you, and I’m still loving you
Ini kata hatiku…




fans club

Untung / Rugi jadi fans?
Oleh: Arif Setyawan

Sepak bola, olah raga yang sangat popular dan kini telah menjamur di seluruh dunia. Sepak bola modern bukan hanya sekedar olah raga, tetapi meliputi berbagai segi kehidupan. Mulai dari ekonomi, politik, budaya atau dari sportifitas, judi, hingga kekerasan kerap mewarnai olah raga ini. Olah raga yang dimainkan oleh sebelas orang ini sangat menmikat perhatian semua orang di dunia. Tak sedikit orang yang sangat fanatic untuk mendukung salah satu tim sepakbola. Mereka berkumpul dan menjadi pemain ke-duabelas dalam pertandingan sepakbola. Kehadiran mereka sangat berpengaruh terhadap tim yang bertanding dan jalannya pertandingan.

Fans club, supporter, pemain ke-duabelas, atau hooligans, sebutan untuk pendkung tim sepakbola. Supporter setiap tim juga mempunyai sebutan berbeda-beda. Mancunian, liverpudian, madridista, milanisti, Viking, dan masih banyak lagi. Menjadi seorang supporter memang mempunyai berbagai macam rasa, manis, asam, asin, rame rasanya..hahaha

Ada satu pertanyaan yang munkin menimbulkan berbagai jawaban jika ditanyakan ke beberapa telinga. Untungkah menjadi fans tim sepakbola?

Karena saya seorang mancunian, jadi jawaban saya sesuai dengan pengalaman saya..
Ketika saya bermain futsal di suatu kejuaraan ( tepatnya tim mancunian) saya merasakan kekuatan atas kehadiran dan dukungan dari sesame mancunian. Mungkin sama halnya yang dirasakan tim sepakbola ketika bertanding di depan fanatisme pendukungnya. Tetapi bagaimana ya yang dirasakan para fans? Jika mendukung secara langsung memang kita merasakan kepuasan yang besar. Tetapi beda cerita dengan keadaanku sekarang yang hanya menjadi fans jauh. Saya mendukung tapi mereka kan ga tau kalau didukung saya..hehehe. intinya aja sepakbola sangat mempengaruhi kehidupan para fans. Jadi saya katakana bahwa menjadi fans bukan hanya sekedar kesenangan tetapi gaya hidup. Terbukti dengan untuk memiliki pernak-pernik, jersey atau apapun yang berhubungan dengan tim kebanggaan harus merogoh kocek lumayan dalam. Merasa rugi kalau tidak dapat menyaksikan tim kesayangan berlaga.
banyak juga keuntungan menjadi fans. Seorang fans pasti mengetahui banyak tentang tim yang didukungnya. Semua tentangnya pasti ingin tahu. Mulai dari sejarah sampai berita terkini. Mungkin kita bisa jadi orang yang serba tahu jika kita bisa ngefans sama semua hal ya…hehehee..

Jadi menurut saya fans merupakan gaya hidup. Untung atau rugi menjadi fans menurut saya ya bukan keduanya jawabannya. Menurut kamu?

Minggu, 12 Februari 2012

Aku Tak Sehebat Diriku

Aku Tak Sehebat Diriku
Oleh: Arif Setyawan

Ku tahu Kau pintar
Tapi Ku tak tahu sebodoh apa Aku
Ku tahu Kau cerdas
Tapi Ku tak tahu secacat apa mentalku
Ku tahu Kau buas
Tapi Ku tak tahu selemah apa Aku
Ku tahu semangat gandamu
Tapi Ku tak tahu semalas apa Aku
Ku tahu kemampuanmu
Tapi Ku tak tahu seberuntung apa Aku
Ku tahu Kau hebat
Tapi Ku tak tahu serapuh apa Aku

Cermin,
Kenapa kau sembunyikan Diriku?
Kau selalu tampakkan Aku
Kau tutupi Diriku dengan bayangku
Bahkan,
Aku bicara, Kau pantulkan
Cermin,
Kau kah Aku?

Ku tahu Kau hebat
Aku tak sehebat Diriku
Tapi kan Kugapai Diriku..

bahasa dan keberuntungan

Bahasa & Keberuntungan
Oleh: Arif Setyawan

Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, Keraf dalam smarapradhipa(2005:1)
“Bahasa,” adakah orang yang hidup tanpa menggunakan bahasa? Salah satu atau bahkan satu-satunya cara manusia berinteraksi dengan dengan sesama adalah dengan menggunakan bahasa. Berbagai macam bahasa digunakan, dari bahasa lisan, tulisan, bahasa tubuh ataupun bahasa isyarat. Bahasa lisanlah yang setiap saat digunakan oleh orang yang bisa berbicara. Kali ini saya akan menghubungkan bahasa tersebut dengan keberuntungan.
Bahasa lisanpun sangat bermacam-macam. Hampir di setiap negara berbeda bahasa, banyak juga si yang bahasanya sama,hehehe. Kali ini yang dibahas merupakan bahasa nasional maupun internasional bukan bahasa daerah. Misalnya bahasa kita sendiri bahasa Indonesia, bahasa mandarin, bahasa arab, bahasa perancis, bahasa inggris yang merupakan bahasa internasional dan masih banyak yang lain.
Menguasai bahasa asing khususnya bahasa internasional yaitu bahasa inggris sangatlah penting. Menguasai bahasa asing tak lain bertujuan untuk mendukung seseorang mencapai kesuksesan. “penting banget menguasai bahasa asing terutama bahsa inggris, seenggaknya kalo mau ngelamar kerja, ada beberapa instansi yang mewajibkan calon karyawannya bisa berbahasa inggris”(coretan putri). “penting dong, kapan atau gimanapentingnya pasti suatu saat nanti diperlukan. So menguasai bahasa asing pasti sangat erat kaitannya dengan kesuksesan.
Ada beberapa contoh yang menurut saya bahasa merupakan faktor keberuntungan dalam meraih prestasi atau kesuksesan beberapa orang. contoh yang pertama adalah Adam Khoo. Adam Khoo is an entrepreneur, a best-selling author and a peak performance trainer. A self-made millionaire by the age of 26, he owns and runs several businesses in education, training, event management and advertising, all with a combined annual turnover of $30 million. He is the Executive Chairman and Chief Master Trainer of Adam Khoo Learning Technologies Group Pte Ltd and a director of seven other private companies. Adam is also a member of the Singapore Chapter of the Young President’s Organization (YPO).(http://www.adam-khoo.com/about/ ). selain itu dia termasuk orang bodoh di kalangannya. Menurut saya dia didukung oleh bahasa nasional yang digunakan di Singapoor yaitu bahasa inggris selain dengan kerja kerasnya. Andai dia hidup di indonesia sejak kecil gimana ya? Gimana mau belajar bahasa inggris, dia kan bodo, hehehehe... yang kedua banyak orang yang menggunakan bahasa arab sebagai bahasa nasionalnya, dan banyak diantara mereka yang hafal Al-Quran. Y mungkin sama halnya dengan Adam khoo.
Terus berarti kita yang hidup di Indonesia tidak beruntung dong? Kan kita ga pake bahasa inggris atau arab sejak kecil. Hohohoho… hal itu salah besar, kita yang terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari justru sangat beruntung menurut saya. Saya katakana kita beruntung karena kita bisa mempelajari berbagai macam bahasa yang beberapa diantaranya merupakan kebutuhan bagi kita. Jadi kita kan bisa menguasai beberapa bahasa. Berbeda dengan orang-orang yang menggunakan bahasa inggris dalam kesehariannya, sebagian besar mereka hanya menguasai satu bahasa, karena satu bahasa mungkin cukup bagi mereka.
Tulisan ini saya buat hanya untuk refreshing saja,,just guyon.hehhee…semoga bermanfaat ;)

Gambar kapal pada logo MU

Logo MU
Bagi kalian Fans Manchester United, pasti tak asing lagi dengan gambar kapal yang ada di logo Manchester United kan??, tepatnya kapal berwarna kuning yang letaknya ada di atas gambar setan merah membawa trisula. Tapi apakah anda sudah tahu sejarah dan arti kapal dari logo tersebut???
Logo Manchester United (MU) memang paling tidak sudah berganti tiga kali sejak tahun 1960-an. Uniknya, dari semua logo itu, selalu ada gambar kapal di bagian puncaknya. Gambar kapal dengan empat layar itu menggambarkan Kanal Manchester, jalan air yang dibangun untuk membebaskan kota Manchester dari ketergantungan pada pelabuhan Liverpool.Sejak pertengahan abad ke-19, Manchester tumbuh pesat sebagai kota industri. Populasinya melonjak dari 322.000 jiwa pada 1801 menjadi lebih dari sejuta jiwa dalam 50 tahun. Perkembangan pesat Manchester tidak hanya disokong oleh industri katun Lancashire, tapi juga perkembangan industri manufaktur, permesinan dan tekstil.
Tak punya pelabuhan laut membuat aktivitas ekspor-impor Manchester harus dialirkan melalui rel kereta api atau jalan darat menuju pelabuhan Liverpool. Kota Manchester akhirnya memutuskan untuk membangun sendiri dermaga yang punya akses langsung ke laut. Maka, pada tahun 1887 hingga 1894 dengan biaya mencapai 15 juta poundsterling, dibangunlah Kanal Manchester yang panjangnya mencapai 58 kilometer.
Sejak saat itu, penduduk Manchester merasakan kemakmuran karna dibangunya dermaga dan kanal tersebut. Bahkan, sejak saat itu pula lambang dewan kota Manchester diubah, ditambahi kapal layar megah yang sedang melaju di Kanal Manchester. Lambang klub sepak bola Manchester United pun yang dihiasi kapal berlayar empat hampir dipastikan terinspirasi oleh kejayaan kota manchester yang berubah menjadi kota yang maju sejak dibukanya kanal dan dermaga di kota tersebut.
~DG28~